Category: Tribute


The Iron Maidens: World’s Only Female Tribute to Iron Maiden is the debut album by American all-female tribute band The Iron Maidens. The album features selected tracks originally performed by British heavy metal band Iron Maiden. Michael Kenney, keyboardist for Iron Maiden, appears as a guest musician on the Japanese import version.[1]

The album was recorded by the band’s third-generation lineup, which consisted of co-founders Linda McDonald (drums), Sara Marsh (guitar) and Josephine Draven (guitar), along with Wanda Ortiz on bass and Aja Kim on lead vocals. Draven left the band a few months after the album was released.[2] Even though her replacement, Elizabeth Schall, was pictured on the Japanese release version, Draven was still credited as playing all stage left guitars. Schall was released from the band two months before this album was released in Japan.

The cover artwork was done by Derek Riggs, best known for his artwork on majority of Iron Maiden’s albums. It features Edwina T. Head, a female version of Iron Maiden’s mascot Eddie. The Maidens have jokingly stated during an interview that the design of Edwina was inspired by Paris Hilton.[3]

The Maidens’ version of “Run to the Hills” is featured on the 2006 various artists compilation Girls Got Rhythm! (released by Liquor & Poker Records)

Personnel

  • Aja Kim (a.k.a. Bruce Lee Chickinson) – all vocals
  • Sara Marsh (a.k.a. Mini Murray) – guitar; additional backing vocals on “The Number of the Beast”
  • Josephine Draven (a.k.a. Adrienne Smith) – guitar
  • Elizabeth Schall (a.k.a. Adrianne Smith) – guitar (Credited on the Japanese release version)
  • Wanda Ortiz (a.k.a. Steph Harris) – bass guitar
  • Linda McDonald (a.k.a. Nikki McBurrain) – drums

with

  • Michael Kenney – keyboards on “Seventh Son of a Seventh Son”


World’s Only Female Tribute to Iron Maiden

Track :
# “The Number of the Beast” – 5:02
# “2 Minutes to Midnight” – 6:09
# “Children of the Damned” – 4:42
# “The Trooper” – 4:12
# “Wasted Years” – 5:06
# “Killers” – 5:05
# “Aces High” – 5:17
# “Phantom of the Opera” – 7:17
# “Run to the Hills” – 3:55
# “Hallowed Be Thy Name” – 06:41
# “Remember Tomorrow” (Live) 05:26

DL Link

Iklan

Getcha Pull! (A Tribute To Dimebag Darrell) 1966-2004 R.I.P

Album     : Getcha Pull! (A Tribute To Dimebag Darrell) 1966-2004 R.I.P
Artis        : Zakk Wylde, Machine Head, Malefice, Avenged Sevenfold, Evie,
Five Finger Death Punch, Biohazard, Sylosis, Chimaira, Unearth,
Throwdown, Kiuas, This Is Hell
Label       : MetalHammer, 2010

uncluster-tribute to Dimebag DarrelSiapa di antara metalhead yang tidak mengenal band yang sudah bubar yaitu Pantera? Saya yakin para metalhead sejati dimanapun berada mengenal band asal Texas yang diperkuat oleh Phil Anselmo (vocal), Dimebag Darrell (guitar), Rex Brown (bass) dan Vinnie Paul (drums). Mereka berdiri pada tahun 1981 dan saat itu vokalis mereka masih Terry Glaze. Tahun 1987 Phil Anselmo menggantikan Terry Glaze yang sudah merilis tiga album bersama Pantera. Sampai saat ini mereka sudah merilis sebanyak sembilan album antara lain, Metal Magic (1983), Project In The Jungle (1984), I Am The Night (1985), Power Metal (1988), Cowboys From Hell (1990), Vulgar Display Of Power (1992), Far Beyond Driven (1994), The Great Southern Tredkill (1996) dan Reinventing The Steel (2000). Setelah merilis album terakhir dan dua tahun dalam perjalanan tur, Pantera vakum dimana masing-masing personil memiliki project. Phil Anselmo tampil bersama Down dan Superjoint Ritual, Dimebag Darrell dan Vinnie Paul bersama Damage Plan sedangkan Rex Brown tampil bersama Phil Anselmo di Southern metal band “Down”.

Walaupun Dimebag Darrell (gitaris Pantera) sudah wafat 5 tahun yang lalu akibat ditembak mati oleh Nathan Gale tanggal 8 Desember 2004 di Alrosa Villa Columbus Ohio Amerika Serikat saat show bareng band project-nya yaitu Damage Plan, namun di benak fans beratnya nama besar dia akan selalu dikenang sampai kapanpun juga. Adapun bentuk apresiasi kepedulian yang ditujukan untuk mengenang karya Dime semasa bersama Pantera, majalah metal kenamaan asal Amerika yaitu MetalHammer merilis sebuah album tribute yang diberi titel Getcha Pull! (A Tribute To Dimebag Darrell) 1966-2004 R.I.P yang berisi 13 lagu hits Pantera dan dibawakan oleh musisi-musisi metal Amerika, Inggris dan Finlandia. Musisi tersebut antara lain:

1.    Zakk Wylde, dia adalah gitaris dari band pengusung Southern Metal asal Los Angeles yaitu Black Label Society. Zakk adalah sahabat terdekat semasa Dime hidup, kepada Zakk lah Dime bertukar pikiran, diskusi dan mencurahkan segala permasalahannya baik kehidupan pribadi maupun karir yang digeluti dalam band. Dalam tribute ini Zakk membawakan lagu ‘Suicide Note Part 1’ dari album The Great Southern Trendkill 1996, dimana lagu yang dibawakan oleh Zakk berkonsep akustik dengan sentuhan epik yang membuat lagu tersebut terkesan suram sesuai dengan sisi gelap yang pernah dilalui Dimebag Darrell saat itu. Tapi yang membuat lagu ini terasa sekali dahsyat, Zakk menambahkan electric guitar dalam melodinya. Adapun kesan Dime dimata Zakk, “Dia adalah seorang sahabat sejati, guitar hero dan teman diskusi yang baik dalam membicarakan hal apapun yang terjadi di sekeliling kita”.

2.    Machine Head, band pengusung groovy thrash metal asal Oakland, California, mereka membawakan ‘Fucking Hostile’ dari album Vulgar Display Of  Power (1992). Lagu tersebut mereka bawakan dengan tempo sangat heavy, speed dan penuh dengan luapan emosi sesuai dengan versi aslinya. Alasan lagu tersebut dibawakan oleh Machine Head, “kami memilih lagu tersebut karena sangat pure metal dan bukan hal mudah untuk memainkannya dimana kita harus terus berlatih sebelum merekamnya. Dalam lagu tersebut Dime bermain sangat total dan sangat mendominasi dalam permainan dibanding personil Pantera yang lainnya. Bagi kami Pantera merupakan sebuah inspirasi dan pengaruh terbesar sebagai sebuah band dimana mereka memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh band metal lain, baik dalam pengemasan sound, pattern musik dan penggabungan antara heavy metal, thrash dan hardcore” (Rob Flynn, Machine Head’s vocalist and guitarist).

3.    Malefice, band pengusung melodic death/thrash metal asal Inggris, mereka membawakan ‘I’m Broken’  dari album Far Beyond Driven (1994). Mereka membawakan lagu ini sangat apik tanpa meninggalkan pattern asli walaupun dari segi vokal mereka mengkombinasikan antara raw dan growl vocal. Dari segi gitar, Alex Vuskans bermain tanpa cacat dan bisa memainkan sound guitar persis yang dimainkan oleh Dimebag Darrell. “Kami betul-betul tersanjung dan mendapat kehormatan bisa bergabung dalam album tribute ini sebagai salah satu generasi metal. Membawakan ‘I’m Broken’ bagi kami sangat segan dan merupakan hal yang istimewa. Lagu tersebut musiknya sangat bagus dan sangat difavoritkan oleh kami” (Dale Butler, Malefice’s vocalist).

4.    Avenged Sevenfold, band pengusung modern heavy metal asal Hunington Beach California, membawakan ‘Walk’ dari album Vulgar Display Of Power (1992). Sebagai band yang muncul di pertengahan tahun 2000an dan mendapat respon yang sangat bagus dari publik metal sebagai metal pendatang baru terbaik, mereka pun bisa membawakan lagu ‘Walk ‘sesuai dengan versi aslinya baik dari sound, pattern vocal dan karakter gitar yang dimainkan oleh Dimebag Darrell. “Pantera selalu menjadi band favorit kami, dulu kami sering nge-jam membawakan ‘Walk’. Ketika Dime meninggal dunia, kami memutuskan untuk memainkannya di OZZFEST 2006 sebagai bentuk apresiasi untuk pahlawan kami yaitu Dimebag Darrell” (M. Shadows, Avenged Sevenfold’s vocalist).

5.    Evile, pengusung new school thrash metal asal Inggris, membawakan ‘Cemetary Gates’ dari album Cowboys From Hell (1990). Bagi penggemar metal, ‘Cemetary Gates’ merupakan lagu metal klasik sepanjang masa dan merupakan lagu wajib setiap kali Pantera tampil. Walaupun karakter vokal Matt Drake tidak segarang Phil Anselmo dalam membawakan lagu ini, tapi dia bisa menjiwai karakter lagu ini dengan baik. “Ini merupakan lagu metal dan guitarist metal terdahsyat sepanjang masa, saya sangat memuji permainan guitar Dime dalam lagu ini dan merupakan lagu Pantera yang paling saya suka untuk didengar dan dimainkan. Mike Alexander (Evile’s bassist former) tidak sanggup mendengarkan lagu ini  saat Dime meninggal. Disisi lain kami senang bisa merekam dan memainkan lagu ini untuk kami dedikasikan kepada Dimebag Darrell” (Oliver Drake, Evile’s lead guitarist).

6.   Five Finger Death Punch, band pengusung groovy metal asal Los Angeles, membawakan ‘A New Level’ dari album Vulgar Display Of Power (1992). Walaupun tergolong baru dalam blantika metal dunia, mereka sangat rapi mengemas lagu dengan tempo low dengan gaya mereka tanpa meninggalkan pattern asli walaupun karakter vokalnya Ivan Moody lebih berat dan terlihat sekali bahwa mereka merupakan pendatang baru dengan skill yang tidak bisa dipandang sebelah mata. “Tadinya kami akan membawakan ‘Be Demons Be Driven’, tapi riff musik dari ‘A New Level’ lebih cocok dengan style kami. Ini merupakan tantangan yang sangat bagus untuk kami” (Jason Hook, Five Finger Death Punch’s guitarist).

7.    Biohazard, band  pengusung hardcore asal Brooklyn New York, membawakan ‘Mouth For War’ dari album Vulgar Display Of Power (1992). Bagi penggemar hardcore rasanya tidak asing lagi dengan band yang satu ini “Biohazard”. Mereka sering tampil bareng Sepultura dan Pantera di tahun 90an. Dari beberapa band yang ada dalam tribute ini, sound yang mereka bawakan cenderung tipis dan tempo yang mereka mainkan lebih lambat dari versi aslinya. “Ketika tahu Pantera, mereka adalah band yang sangat sempurna dengan kombinasi musik yang sangat apik dan merupakan musisi yang sangat fokus dalam memainkan musik yang mereka bawakan. Setiap keliling kota, saya selalu memasukan lagu-lagu dari Vulgar Display Of Power dan Far Beyond Driven di handphone saya” (Evan Seinfeld, Biohazard’s vocalist and bassist).

8.    Sylosis, band pengusung melodic death thrash metal asal Inggris, mereka membawakan Strength Beyond Strength dari album Far Beyond Driven (1994). Sangat sempuna mereka membawakan lagu ini, dengan kualitas sound yang baik dan tempo lagu yang sangat akurat, heavy dan speed, padahal mereka merupakan salah satu pendatang baru di blantika metal dunia dan satu album telah mereka rilis. “Pantera merupakan sumber inspirasi terbesar bagi kami dan lagu-lagu mereka merupakan spirit yang bisa membuat kami bertahan” (Sylosis’s all member).

9.    Chimaira, pengusung metalcore asal Cleveland Ohio, membawakan ‘Slaughtered’ dari album Far Beyond Driven (1994). Mereka adalah salah satu band metalcore papan atas, mereka bisa membawa lagu ini ke arah metalcore dengan baik dimana karakter khas vokal Mark Hunter yang bisa mengombinasikan raw dan growl menjadi satu kekuatan Chimaira untuk membawakan lagu ini. “Kehormatan untuk kami dapat ambil bagian dalam album tribute ini, Dime sangat mempengaruhi permainan saya sebagai gutaris” (Rob Arnold, Chimaira’s guitarist).

10.    Unearth, pengusung metalcore asal Boston, membawakan ‘Sandblasted Skin’ dari album The Great Southern Trendkill (1996). Dengan style metalcore yang sangat groovy, lagu yang mereka bawakan cenderung lebih modern dari segi musikalitasnya terutama style vocal yang lebih mengarah kepada modern metal. “Bagi saya Dime adalah gitaris yang sangat friendly walaupun di atas panggung permainannya cenderung agresif dan brutal juga banyak kenangan dan pelajaran yang saya dapat selagi Dime berada di atas panggung” (Buzz McGrath, Unearth’s guitarist)

11.    Throwdown, pengusung post thrash asal California, membawakan ‘Becoming’ dari album Far Beyond Driven (1994). Penggabungan yang sangat apik antara medium dan groovy bisa kita temui dalam lagu ini. Hal tersulit dalam lagu ini yaitu permainan gitar terutama karakter sound yang bisa menyamai persis dengan Dime dan ini bisa dimainkan secara akurat oleh Mark Coinere. “Dime bagi saya merupakan motivator, inspirasi dan guitar hero” (Mark Coinere, Throwdown’s guitarist)

12.    Kiuas, pengusung folk heavy metal asal Helsinki Finland, membawakan ‘This Love’ dari album Vulgar Display Of Power (1992). Walaupun mereka adalah band folk heavy metal berasal dari negara kecil yang berada di Scandinavia yaitu Finland tetapi mereka bisa ambil bagian dalam tribute ini dan membawakan lagu ‘This Love’ yang kental sekali dengan nuansa southern rock-nya. Lagu tersebut mereka bawakan dengan tidak meninggalkan roots-nya. “Pantera adalah band besar, maka dari itu dalam membawakan lagu ini kami harus betul-betul memperhatikan dan merasakan atmosfer lagu ini dengan baik” (Kiuas’s all member)

13.    This Is Hell, band pengusung punk hardcore asal Long Island New York. Mereka membawakan ‘Rise’ dari album Vulgar Display Of Power (1992). Saat lagu ‘Rise’ ini dibawakan oleh This Is Hell, pattern punk hardcore sangat terasa sekali terutama dalam beat drum dan dari karakter vokal tentu akan mengingatkan kita kepada band-band old school hardcore seperti Sick Of It All, Strife maupun Snapcase. “Dime selamanya tinggal dalam hati kami, selalu tampil friendly dan banyak melempar senyum. Pantera selalu menjadi inspirasi dan band favorit kami sepanjang masa” (This Is Hell’s all member).

Itulah persembahan dari MetalHammer dengan band terbaiknya yang terangkum dalam Getcha Pull! A Tribute To Dimebag Darrel 1966-2004 R.I.P, semoga dengan hadirnya album ini bisa mengenang masa kejayaan Pantera sewaktu bersama Dimebag Darrell. Rest In Peace Dime, We’ll Miss You Forever!!!

Sumber: Guntur

Download